Seni Buhun Bangkong Reang

Bangkong Reang adalah musik bambu sejenis Bangkong Ciseke yang terdiri dari 4 (empat) buah kentongan berbagai ukuran untuk sarana penghormatan Dewi Padi di daerah Ciwidey Kabupaten Bandung. Bunyi suara Bangkong Reang meniru suasana bunyi Bangkong (katak) disawah.

CIMG3453 (2)

 

Bangkong Reang adalah musik bambu sejenis Bangkong Ciseke yang terdiri dari 4 (empat) buah kentongan berbagai ukuran untuk sarana penghormatan Dewi Padi di daerah Ciwidey Kabupaten Bandung. Bunyi suara Bangkong Reang meniru suasana bunyi Bangkong (katak) di sawah.

Dengan demikian, Bangkong Reang merupakan seni pertunjukan Rakyat Kabupaten Bandung yang mentransformasikan bunyi-bunyi bangkong (katak) di sawah. Bangkong reang merupakan seni pertunjukan yang inti dasarnya sebagai hiburan pelepas lelah setelah seharian bekerja di sawah.

Lagu-lagu yang biasa disajikan dalam pertunjukan Bangkong Reang antara lain rajah, tatalegongan, Sang Kodok, Trang-trang kolentrang, Oyong-oyong dan Bangkong.

Menurut catatan dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bandung, Bangkong Reang muncul pada tahun 1963 di Desa Lebak Muncang Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. Kesenian ini muncul berawal dari  permainan dan kebiasaan anak pengembala kerbau yang bersifat kalangenan (hobi).

Waditra yang digunakan dalam karawitan Bangkong Reang didominasi oleh waditra perkusi yang terbuat dari bambu. Waditra tersebut adalah Kohkol (kentongan), ruas hiji, ruas tilu, ruas opat, Borogododol Jalu, Borogododol bikang, kolotok dan Belentuk. Selanjutnya berkembang dengan penambahan waditra kendang, goong, dan tarompet.

Dengan demikian, Bangkong Reang merupakan seni pertunjukan Rakyat Kabupaten Bandung yang mentransformasikan bunyi-bunyi bangkong (katak) di sawah. Bangkong reang merupakan seni pertunjukan yang inti dasarnya sebagai hiburan pelepas lelah setelah seharian bekerja di sawah.

Lagu-lagu yang biasa disajikan dalam pertunjukan Bangkong Reang antara lain rajah, tatalegongan, Sang Kodok, Trang-trang kolentrang, Oyong-oyong dan Bangkong.

Menurut catatan dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bandung, Bangkong Reang muncul pada tahun 1963 di Desa Lebak Muncang Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. Kesenian ini muncul berawal dari  permainan dan kebiasaan anak pengembala kerbau yang bersifat kalangenan (hobi).

Waditra yang digunakan dalam karawitan Bangkong Reang didominasi oleh waditra perkusi yang terbuat dari bambu. Waditra tersebut adalah Kohkol (kentongan), ruas hiji, ruas tilu, ruas opat, Borogododol Jalu, Borogododol bikang, kolotok dan Belentuk. Selanjutnya berkembang dengan penambahan waditra kendang, goong, dan tarompet.

Sumber: http://www.sundanetwork.com/wordpress/bangkong-reang/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s