Sejarah

Pada abad ke-19 pemerintah Belanda membentuk Kewedanaan Ciwidey dan Kecamatan Cikoneng dengan pusat kota pemerintahannya di Nenon (yang sekarang ada di Desa Sukawening) sesuai dengan politiknya Devide Et Impera maka pemerintahan Belanda menunjuk salah seorang bangsa pribumi menjadi Wedana Ciwidey, yaitu Raden Suriadarma. Beliau adalah putra dari Raden Darma Kusumah yang lahir di tanah pembuangan (Ambon).

Setelah menjadi Wedana Ciwidey, Raden Suriadarma baru mengetahui bahwa family keturunan dari pamannya yang bernama Raden Ganda Kusuma bersembunyi di daerah kekuasaan pemerintahannya, agar mereka terhindar dari kejaran para penjajah, maka Raden Suriadarma selaku Wedana Ciwidey menulis surat kepada keluarganya itu dengan memakai kode Lebakmuncang.

Kemudian setelah menerima surat dari Wedana, maka sesepuh-sesepuh dan masyarakat babakan Lebakmuncang dan Babakan Selong, baru mengetahui bahwa Wedana Ciwidey masih mempunyai hubungan keluarga yaitu putra dari Raden Darma Kusumah.

Setelah proses komunikasi yang erat rasa kekeluargaan makin menebal, maka Raden Suriadarma selaku Wedana Ciwidey mengusulkan untuk dibentuk sebuah Desa, dan tahun 1868 atas usul dan saran Wedana Ciwidey Raden Suriadarma terbentuklah Desa baru dengan Nama Desa Lebakmuncang dan Lurah yang pertama dari hasil usul dan saran serta hasil musyawarah maka ditunjuklah  Raden Suriawinata menjadi Lurah Lebakmuncang yang pertama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s